Sebuah Renungan dari perjalanan menjadi Mahasiswa
Pengalaman yang lumrah tapi istimewa bagiku. Jadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, setiap hari berkutat dengan homework dan homework. Mengambil 3 mata kuliah saja serasa mengambil semua waktuku, 7 hari dalam seminggu dan 4 minggu dalam sebulan tanpa tersisa. Rasanya tidak ada hari minggu. Tetapi itulah mahasiswa, harus banyak belajar.
Ada hal yang menarik untuk aku tulis di sini, ada soal metode kuantitative (AEC 624). Soal ini cukup rumit bagiku karena merupakan pendalaman dari yang dulu dan semuanya harus berjalan dengan cepat dan dipahami totally atau kita akan tersesat dalam proses selanjutnya.
Ada 1 soal yang membuatku pusing sekali. Dan nyaris aku menyerah karena rasanya akan membutuhkan lebih dari seminggu untuk menyelesaikannya. Aku belajar mulai siang sampai malam jam 2. Soal itu tetap tak terpecahkan, aku hanya mutar-mutar saja di sekitar soal itu tanpa bisa menjawabnya dengan pasti. Aku mencoba menerka hasilnya dan membuktikan terbalik. Instink mengatakan jawabannya ini, tapi secara matematis tidak juga nyambung. Buka-buka file entah berapa puluh file sudah tak pelajari dan hasilnya, nyaris tak tersentuh jawabannya.
Waktu terus berlalu, hari kamis yang panjang…. Berlanjut sampai hari jumat pagi yang melelahkan… Setelah tidur jam 2, bangun pagi, sholat shubuh… buku berserakan dan tak kuat menahan ingin memecahkan soal itu. Langsung aku duduk lagi dan berpikir bagaimana memecahkan soal itu… Dan hasilnya… aku tetap tidak MENEMUI JALAN TERANG.
Waktu terus berjalan, dan jam 1 siang adalah waktu untuk kuliah kelas yang lain (50 menit; Jumatan jam 2.00) … Walaupun masih ingin terus mencoba memecahkan apa daya berjalannya waktu memaksa aku berpindah focus ke hal lain. Yach….. memang begini hidup.. masalah satu belum terpecahkan harus siap menghadapi maslaah yang lain.
Mau berangkat, sholat dhuha dulu, kemudian aku menenangkan diri sebentar, dan tiba-tiba aku teringat sesuatu…. Langkah demi langkah penyelesaian soal itu seperti tergambar dalam benakku…… dan dalam hitungan detik ada ide untuk menyelesaikan soal itu…. Setelah mengoret-ngoret kertas barang 2 menit, hasilnya mengejutkan. Aku menyelesaikan soal yang hampir puluhan jam yang lalu membuatku sakit kepala.
Terus terpikir dalam benakku, kenapa dulu aku tidak berpikir itu, dan saat itu kemudian ingat dan bisa menyelesaikan soal itu. Ada beberapa hal yang aku garis bawahi dari pengalaman ini:
- Soal/ permasalahan dan apapun yang merintangi kita sebenarnya sudah ada jawabannya, cuman mengakses jawaban itu kadang agak sulit dilakukan. Ada beberapa hal yang memungkinkan hal ini terjadi:
- BUKTI KUASA ALLAH
- Tuhan menguji kesabaran dan konsistensi seseorang
- Kita dibentuk untuk memiliki mental pekerja keras
- Kita kurang focus dalam belajar
- Tuhan menciptakan perbedaan pada manusia, ada yang diilhamkan untuk menjadi A dan menjadi B, dan dalam konteks ini aku membatasi pada ilham kebaikan. Maka tidak ada yang lebih pintar dan lebih bodoh dalam hidup. Ketika menilai diri lebih pintar sebenarnya kita menipu diri sendiri, ketika kita merasa rendah dengan kebodohan kita itu berarti tidak bersyukur. Yang optimal ada ditengah-tengah, tidak merasa pintar dan tidak merasa bodoh, tapi merasa perlu memanfaatkan hidup dan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.
- Jika memahami hal ini, maka sangat memungkinkan kita menciptakan NASH EQUILIBRIUM dalam hidup kita. PARETO OPTIMAL bisa dicapai dalam masyarakat, minimal untuk menuju keseimbangan SECOND BEST THEORY – Lipsey bisa diwujudkan.
- Simply speaking, KETIKA kita tahu siapa kita, kita tahu apa yang optimal yang kita lakukan, jika kita mampu melakukannya kita bisa mencapai NASH EQUILIBRIUM dalam interaksi hidup. Jika kita dalam keseimbangan itu maka kita bisa menebarkan salam disekitar kita. TAPI SAYANG, asumsinya berat. Tidak ada asymmetry information. Ada dua hal tentang ini, kita mencari informasi sebanyak-banyaknya sehingga bisa mencapai Dynamic Nash Equilibrium (belajar sepanjang hayat) dan orang lain meminimalkan tindakan yang menyebabkan asymmetry information.
- INI HANYA SEBUAH RENUNGAN. SAYA YANG MENCOBA MEMIKIRKAN DAN BERASUMSI BAHWA MATEMATIKA MEMBANTU MENEMUKAN KESEIMBANGAN ITU. Wallahua’lam.
2 Comments
Other Links to this Post
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
By lilis, February 19, 2012 @ 10:54 am
ayo terus semangat yah..kadang kita merasa capek n jenuh,,manusiawi sekali…cepat bangun n pompa semangatmu..setiap yg kita alami n pelajari adalah bekal yg akan berguna suatu saat nanti.aku berusaha menanamkannya juga untuk arya anak kita. semoga kita diberi kemudahan menjalani ini semua. AAMIIN
By Élida, March 19, 2012 @ 10:32 pm
i truly admire the work you are doing. i follow your articles and love what you have to say. you’ve already made a difference.http://www.cinemacuritiba.com